Apa itu ChatGPT, Pemanfaatan ChatGPT , dan contoh penggunaannya

0
303

Pada artikel sebelumnya telah kami ulas secara singkat mengenai apa itu OpenAI. Maka pada artikel kali  ini kita akan mencoba mengulas tentang salah satu produk dari Open AI itu sendiri yaitu ChatGPT.  ChatGPT pertama kali dirilis pada bulan November tahun 2022 oleh Open AI, sebuah laboratorium riset kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) di Amerika Serikat. ChatGPT merupakan sebuah aplikasi chartbot yang memiliki teknologi pemroses bahasa alami (natural language processing) dengan penggunaan prompt. Hal ini membuat ChatGPT dapat merespon pertanyaan manusia dalam benuk teks. Respon yang diberikan terstruktur dengan baik, perpaduan hubungan antar kata, kalimat dan akurasinya cukup baik dan dapat mengingat pertanyaan yang telah disampaikan sebelumnya. Cara kerja dari ChatGPT adalah dengan mengumpulkan berbagai informasi dari artikel, jurnal, dan berita di internet. Kemudian, informasi-informasi ini diserap dan disusun sedemikian rupa, sehingga ketika seseorang atau pengguna mencari sebuah informasi, ChatGPT akan memberikan jawaban yang tepat berdasarkan informasi yang telah dikumpulkannya. Oleh karena itu, kunci dari penggunaan ChatGPT ini berada pada penggunaan prompt nya. Apabila dapat menuliskan prompt dengan tepat, dapat menghasilkan karya tulis, desain, logo, dan gambar sesuai dengan kebutuhan dalam waktu yang sangat singkat.

Pemanfaatan ChatGPT dapat diterapkan di berbagai bidang, seperti bidang pendidikan, bidang bisnis, bidang teknologi, bidang desain, dan lain-lain. Pertama, pemanfaatan ChatGPT dalam dunia pendidikan adalah untuk pengembangan kompetensi (skills) peserta didik di era 4.0. Di era pendidikan 4.0, peserta didik diharapkan dapat menguasai teknologi terbarukan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu kebutuhan yang dapat dibantu dengan penggunaan ChatGPT ini adalah pemenuhan informasi. Terdapat sangat banyak sumber informasi di era globalisasi saat ini, dimana peserta didik membutuhkan sebuah keterampilan dalam mengumpulkan informasi yang cepat dan akurat. Penggunaan ChatGPT ini diharapkan dapat membantu peserta didik dalam menemukan informasi yang paling relevan dengan waktu yang singkat. Informasi yang di dapatkan dapat membantu peserta didik dalam pemahaman materi, pengerjaan tugas, pembuatan karya ilmiah, penerjemah teks dan sebagainya. Tidak hanya membantu peserta didik, namun ChatGPT juga dapat membantu guru dalam menyiapkan materi dan media pembelajaran, membuat RPP, dan membuat laporan hasil pembelajaran.

Kedua, Pemanfaatan ChatGPT dalam bidang bisnis. Dalam bidang bisnis, ChatGPT dapat membantu penggunanya dalam memberikan dukungan dan informasi mengenai pemasaran digital (digital marketing). Semakin maraknya pemasaran digital, membuat para pelaku usaha harus memutar otak bagaimana cara mempertahankan bisnisnya di era gempuran digital. Hal ini membuat mereka mau tidak mau juga harus membuat dan memiliki pasar digital (e-commerce) agar dapat menjangkau lebih banyak konsumen. Beberapa contoh pasar digital yang paling banyak digunaan di Indonesia antara lain, Shopee, Tokopedia, Buka Lapak, dan Lazada. Dalam penggunaan pasar digital tersebut, membutuhkan keahlian khusus bagaimana menampilkan dan memperkenalkan produknya dengan baik. Digital marketing ini mencakup penggunaan media sosial, SEO, dan iklan online. Selain itu, juga dapat membantu dalam pembuatan ide konten, dan pembuatan copy writing dalam penulisan deskripsi barang yang dijual. Penggunaan ChatGPT di dunia bisnis yang baik dapat membantu pelaku usaha untuk mendapatkan informasi, membangun keterampilan praktis, meningkatkan kemandirian bisnis, dan memperkuat komunitas diantara para pelaku usaha. Selain itu, kemampuan ChatGPT untuk memahami bahasa alami, dapat membantu dalam mengidentifikasi perasaan pelanggan, dan memproses data besar secara instan dapat membantu perusahaan meningkatkan proses pengambilan keputusan. Hal ini dapat membantu memahami dan mengelola kebutuhan, kecenderungan, dan tingkat kepuasan pelanggan.

Ketiga, pemanfaatan ChatGPT dalam bidang teknologi. ChatGPT merupakan mesin chatbot yang dhasilkan dari semakin berkembangnya teknologi modern. Di dalam bidang yang sama, ChatGPT juga dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan teknologi yang semakin relevan dengan jamannya. Terdapat suatu keterampilan yang tidak dapat lepas dalam mengembangkan suatu teknologi, yaitu pemrograman. Hasil dari pemrograman dapat berupa aplikasi, program dan website yang diperuntukkan untuk penggunaan tertentu. Sebagai contoh aplikasi m-banking untuk memudahkan keperluan transfer uang jarak jauh, dan program kasir yang terdapat di minimarket dan swalayan. Terdapat beberapa bahasa pemrograman yang digunakan dalam membuat suatu program (coding), diantaranya Java, Phyton, JavaScript, HTML, PHP, ASP, dan CSS. Butuh waktu yang tidak sedikit untuk memelajari bagaimana penggunaan bahasa pemrograman tersebut. ChatGPT hadir sebagai media pendukung dalam proses pemrograman dengan memberikan perintah atau pertanyaan sesuai dengan program yang sedang dibuat. ChatGPT dapat membantu dalam memecahkan kode program dan menguraikan setiap barisnya untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang tujuan, fungsi, dan alur eksekusi kode tersebut. Ini memungkinkan pengguna, terutama pemula dalam pemrograman, untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang konsep-konsep pemrograman dan memperluas pemahaman mereka tentang konsep-konsep pemrograman. Namun, perlu diingat bahwa hasilnya masih memerlukan verifikasi lanjutan.

Dalam penggunaannya, ChatGPT memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dalam penggunaan ChatGPT adalah sebagai berikut:

  1. Respon Cepat

ChatGPT telah memiliki data dari informasi-informasi yang dikumulkan dari berbagai sumber yang membuatnya sangat responsive. Hal ini membuat ChatGPT dapat memberikan jawaban atas pertanyaan maupun perintah dari penggunanya dengan sangat cepat (hanya dalam beberapa detik).

  1. Filter Permintaan Negatif

ChatGPT memiliki kemampuan filter dari permintaan negatif/kurang pantas dari penggunanya. Sebagai contoh prompt yang diketikkan adalah “bagaimana cara membully anak SMA”. ChatGPT dapat dengan cepat mendeteksi dan menolak memberikan jawaban atas pertanyaan yang diberikan. Sebaliknya, sistem dari ChatGPT akan meresponnya dengan memberikan penjelasan tentang bahayanya melakukan pembullyan terhadap anak sekolah.

 

 

 

  1. Tata Bahasa yang Natural

ChatGPT menggnakan teknologi pemroses bahasa alami sehingga dapat memberikan jawaban yang tidak seperti robot (human-friendly). Hal ini yang membuat bahasa ChatGPT lebih ringan dan dapat memberikan informasi yang mudah dimengerti.

  1. Sensitifitas terhadap Kueri

ChatGPT menggunakan penyesuaian kueri untuk memungkinkan pengguna mengajukan pertanyaan yang berbeda tetapi memiliki makna yang sama, sehingga jawaban yang diberikan dapat tepat.

 

Kekurangan dalam penggunaan ChatGPT adalah sebagai berikut:

  1. Memiliki pemahaman terbatas

ChatGPT hanya dapat memberikan jawaban sesuai dengan pertanyaan pengguna. ChatGPT belum memiliki kemampuan untuk mengaitkan hal yang sama atau melengkapi informasi di luar dari pertanyaan yang diajukan oleh penggunanya.

  1. Belum memiliki personalisasi

Salah satu manfaat dari ChatGPT adalah membuat konten dan copywriting. Membuat konten dan copywriting tidak hanya sekedar merangkai teks. Kemampuan untuk menghindari duplikat, menerapkan emosi, variasi, dan empati dalam teks adalah komponen penting dalam pembuatan konten. Tujuannya adalah agar konten atau copywriting yang dibuat dapat disesuaikan dengan target audiens. Sehingga, ChatGPT hanya dapat diperuntukkan sebagai alat bantu saat bekerja, namun tidak dapat menggantikan personalisasi dan kreativitas dari manusia.

  1. Akurasi jawaban tidak selalu tepat

ChatGPT mengumulkan informasi dan memberikan jawaban dari berbagai sumber yang ada di internet. Sehingga, informasi yang kurang akurat bisa saja terjadi. Untuk itu, perlu melakukan verifikasi ulang agar informasi yang disampaikan benar-benar akurat berdasarkan sumbernya.

  1. Belum mampu membedakan fakta dan opini

Informasi yang tersebar di internet sangat beragam, ada yang berisikan fakta dan ada juga yang berisikan opini. Sangat penting untuk mengetahui perbedaan fakta dan opini tersebut sehingga informasi yang didapatkan dapat lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan dengan baik.

Sumber:
Erny Rachmawati, Sulfah Anjarwati, & Irawan Randikaparsa. (2023). PELATIHAN DIGITAL MARKETING DAN CHATGPT UNTUK PENGEMBANGAN BISNIS WARGA AISYIYAH, KABUPATEN BANYUMAS. JURNAL PENGABDIAN MANDIRI, 2(9), 1801–1804. Retrieved from https://www.bajangjournal.com/index.php/JPM/article/view/6502

Rahman, S., Sembiring, A., Aulia, R., Dafitri, H. and Liza, R. (2023) “Pengenalan ChatGPT untuk Meningkatkan Pengetahuan Siswa-Siswi di SMK Negeri 1 Pantai Labu”, Prioritas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(01), pp. 1-7. doi: https://doi.org/10.35447/prioritas.v5i01.744.

Sudirjo, F., Diantoro, K., Al-Gasawneh, J. A., Khootimah Azzaakiyyah, H., & Almaududi Ausat, A. M. (2023). Application of ChatGPT in Improving Customer Sentiment Analysis for Businesses. Jurnal Teknologi Dan Sistem Informasi Bisnis, 5(3), 283-288. https://doi.org/10.47233/jteksis.v5i3.871

Suharmawan , W. . (2023). Pemanfaatan Chat GPT Dalam Dunia Pendidikan. Education Journal : Journal Educational Research and Development, 7(2), 158–166. https://doi.org/10.31537/ej.v7i2.1248

Tribethran, S., Daniel, D., Ferdynand, R., Saputra, A., Hansen, H., & Pribadi, M. R. (2023). Pelatihan Pemrograman Dasar Python Dengan Memanfaatkan ChatGPT pada SMK Methodist 2 Palembang: Pelatihan pemrograman dasar menggunakan bahasa Python kepada para siswa kelas 10 SMK Methodist 2 Palembang. Jumat Informatika: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 71–79. https://doi.org/10.32764/abdimasif.v4i2.3709