Domain dan Pengertian serta jenis-jenisnya
Icon/Photo by freepik.com

Domain adalah lokasi atau alamat yang digunakan untuk mengidentifikasikan sebuah website di internet. Singkatnya, domain adalah alamat dari sebuah website di internet.

Domain memudahkan penggunanya untuk mengingat dan mengakses website dibandingkan dengan mengingat alamat IP (Internet Protocol) yang kompleks. Alamat IP merupakan kumpulan angka (numerik) unik untuk mengakses lokasi situs website, mirip halnya dengan koordinat GPS.

Contoh: 217.29.71.139

Domain merupakan standar konvensi yang membedakan penamaan nama yang dapat dibaca manusia dan alamat IP yang dapat dibaca sebuah mesin atau robot. Dengan kata lain domain menerjemahkan alamat unik website di internet dengan nama yang human-friendly (mudah dibaca dan diingat). Untuk mengakses sebuah website yang sama, komputer menggunakan alamat IP unik sedangkan manusia menggunakan nama domain. Sebagai contoh seorang pengguna internet mengetikkan www.jogjatech.com di web browser, sistem komputer akan membacanya dan memetakannya sebagai alamat IP 217.29.71.139.

Nama domain biasanya berasal dari dan mencirikan nama sebuah instansi atau perusahaan.

Contoh: almaata.ac.id dan www.jogjatech.com/.

Nama domain almaata.ac.id mencirikan nama sebuah instansi bernama AlmaAta, dan nama domain www.jogjatech.com/ mencirikan nama sebuah instansi bernama jogjatech.

Sebuah domain terdiri dari dua bagian utama (label), yaitu nama domain dan ekstensi domain (subdomain). Setiap labelnya dipisahkan dengan titik. Label paling kanan menyatakan domain tingkat atas/tinggi, sedangkan label disebelah kirinya menyatakan subdomain dari domain yang lebih timggi.

Contoh: detik.com

“jogjatech” merupakan nama domainnya, dan “.com” merupakan subdomain.

Nama domain biasanya mencirikan atau merupakan nama dari pemilik dari pemilik website. Sedangkan ekstensi domain menunjukkan jenis atau kategori dari suatu website.

Selain itu, nama domain mempunyai identifikasi eksistensi atau akhiran untuk menunjukkan identitas websitemya. Nama domain dapat dibagi menjadi dua kategori sesuai dengan identitas dan fungsinya, yaitu untuk menunjukkan lokasi sebuah website dan untuk menunjukkan kepentingan suatu website.

Contoh akhiran nama domain yang mengidentifikasikan lokasi sebuah Negara:

No. Negara Nama Domain
Indonesia .id
Jepang .jp
Korea Selatan .kr
Jerman .de
Malaysia .my
Singapura .sg
Amerika Serikat .us

 

Contoh akhiran nama domain yang mengidentifikasikan kepentingan website di Indonesia:

No. Kepentingan Website Nama Domain
Perusahaan co.id
Pendidikan (Perguruan tinggi) ac.id
Pendidikan (sekolah) sch.id
Instansi Pemerintahan go.id
Organisasi or.id
Perusahaan telekomunikasi net.id
Personal atau organisasi web.id
Institusi militer mil.id
Komersial .com
Organisasi nonprofit/nirlaba .org
Warung internet war.net.id

 

Domain dapat dibeli dan didaftarkan melalui penyedia registrasi domain. Biasanya, domain diperjualbelikan di internet dengan status sewa tahunan. Hal penting dalam pemilihan nama domain adalah yang mudah diingat dan mencirikan identitas dan tujuan suatu instansi atau perusahaan.

Fungsi Domain

  1. Mencirikan identitas (kepemilikan website)

Pemilihan nama domain harus tepat dan relevan. Hal ini harus sesuai dengan karaketrisitik, nilai-nilai, lokasi, kepentingan dan tujuan yang ingin dicapai. Pemilihan nama domain yang tepat dapat membantu membangun identitas yang mudah diingat dan diakses oleh penggunanya.

  1. Efektivitas Merek

Penggunaan nama domain yang konsisten dengan merek, dapat meningkatkan kesadaran, pengenalan, dan pemahaman merek oleh pengguna internet.

  1. Meningkatkan Profesionalitas

Memiliki nama domain sendiri dapat memberikan kesan profesionalitas yang lebih tinggi dibandingkan menggunakan subdomain dari platform hosting atau layanan gratis. Desain custom dapat memberikan kesan bahwa sebuah website serius menjalankan bisnisnya.

  1. Mempermudah dan mempercepat akses pengguna

Dengan pemilihan nama domain yang tepat dapat membantu pengguna untuk mengingat dan mengakses sebuah website. Pengguna cukup mengetikkan nama domain pada browser dan mengakses sebuah website dengan cepat.

  1. Membangun kepercayaan

Pengguna internet cenderung lebih percaya terhadap website yang telah memiliki domain sendiri dibandingkan menggunakan domain gratis. Domain tersebut dapat meningkatkan kepercayaan pengguna dan membangun reputasi perusahaan yang baik.

  1. Mendapatkan alamat e-mail khusus

Nama domain yang dimiliki memungkinkan pemilik website nya untuk memiliki akun email yang professional dan unik.

  1. SEO (Search Engine Optimization)

Kata kunci yang relevan dan nama domain yang mudah diingat dapat memberikan dampak yang positif pada pengoptimalan website dan meningkatkan peringkat di search engine

Cara kerja Domain

Domain bekerja dengan menghubungkan alamat IP (numerik) ke sebuah nama domain. Domain memfasilitasi pengguna untuk mengakses website dengan menggunakan nama yang mudah diingat. Namun dalam proses yang sebenarnya, terjadi alur kompleks untuk memetakan nama domain ke alamat IP unik untuk menemukan lokasi sever yang tepat. Berikut adalah proses yang terjadi apabila memasukan nama domain pada browser web:

  1. Perminaan DNS (Domain Name System)

Browser mengirimkan permintaan DNS ke server DNS yang bertugas sebagai penerjemah nama domain yang dimasukkan ke dalam alamat IP yang sesuai.

  1. Pencarian di Cache local

DNS memiliki Cache local yang menyimpan nama domain yang cocok dengan alamat IP sebelumnya yang telah diakses. Jika alamat IP ditemukan dan terdapat kecocokan, proses hanya terjadi sampai disini. Namun, jika alamat IP tidak ditemukan dan tidak terdapat kecocokan, proses akan berlanjut.

  1. Permintaan ke server DNS Hierarkis

Server ini merupakan sistem jaringan yang terdiri dari beberapa server DNS yang tersebar di seluruh dunia. Permintaan DNS akan mulai dari server DNS lokal dan akan terus naik ke server DNS atas sampai dengan zonal domain tertentu.

  1. Resolusi DNS

Server DNS atas akan mencari dalam basis data atau melakukan kueri ke server DNS lainnya untuk mencari alamat IP yang terkait dengan nama domain yang diminta. Jika alamat IP ditemukan, server DNS akan memberikan respons kepada server DNS yang melakukan permintaan.

  1. Respons DNS

Setelah server DNS atas memberikan respons kepada server DNS lokal, informasi alamat IP akan dikirimkan kembali ke browser. Browser kemudian akan menggunakan alamat IP untuk membuat koneksi ke server yang sesuai.

  1. Koneksi ke server

Sesuai dengan alamat IP yang diperoleh, browser akan membuat koneksi dengan server yang menyimpan website yang terkait dengan nama domain yang dimasukkan. Permintaan HTTP akan dikirimkan ke server, dan server akan merespons dengan mengirimkan konten website yang diminta kembali ke browser.

Meski proses yang terjadi sangat kompleks dan terstruktur, namun proses ini hanya dirasakan dalam hitungan beberapa detik saja oleh pengguna internet.

Perbedaan domain dan URL

Domain dan URL (Uniform Resource Locator) sering dianggap hal yang sama karena kemiripannya. Domain dan URL sama-sama berfungsi sebagai alamat sebuah situs website. Namun keduanya memiliki perbedaan yang signifikan, yaitu domain menunjukkan alamat yang masih umum dan belum terlalu rinci sedangkan URL langsung dapat menunjukkan pengguna internet ke halaman tertentu dari suatu situs website. Domain pasti akan terdapat dalam sebuah URL.

Contoh: https://almaata.ac.id/learning/

almaata.ac.id adalah nama domain, /learning/ adalah jalur ke halaman tertentu di situs website almaata tersebut.

Sumber:

Khormali, A., Park, J., Alasmary, H., Anwar, A., Saad, M., & Mohaisen, D. (2021). Domain name system security and privacy: A contemporary survey. Computer Networks185, 107699.

Utama, Y. (2011). Sistem informasi berbasis web jurusan sistem informasi fakultas ilmu komputer universitas sriwijaya. JSI: Jurnal Sistem Informasi (E-Journal)3(2).

Nggego, D. A (2023). Web hosting dan domain. E-Learning. Get Press Indonesia

Amira, K (2021). Pengertian Domain: Jenis-jenis dan cara kerjanya. Gramedia Blog