JogjaTech Web Developer yang berbasis di Yogyakarta menyediakan layanan pengembangan web, aplikasi dan layanan IT secara menyeluruh. Dalam suatu kasus, JogjaTech menerima permintaan dari klien pihak ketiga yang membutuhkan instalasi dan konfigurasi server berbasis Linux (distribusi Ubuntu) sebagai infrastruktur barunya, misalnya untuk layanan web, basis data, internal application, dan backup.
JogjaTech.com telah berhasil menyelesaikan proyek instalasi dan konfigurasi server berbasis sistem operasi Linux Ubuntu untuk kebutuhan operasional klien pihak ketiga. Proyek ini mencakup proses perencanaan, implementasi, serta optimalisasi lingkungan server yang handal dan aman, sesuai dengan kebutuhan spesifik dari klien.
Tujuannya menyediakan server yang stabil, aman, terkelola dengan baik, dan mudah di‑scale ke depan. Proyek strategis yang satu inipun tentunya mencakup beberapa fase seperti persiapan hardware/virtual, proses instalasi OS Ubuntu Server, konfigurasi jaringan dan keamanan, instalasi layanan aplikasi (web, database), automatisasi dasar, monitoring & backup, serta dokumentasi dan serah terima kepada klien.
- Persiapan Sistem & Perencanaan
Sebelum instalasi, tim JogjaTech melakukan workshop bersama klien untuk mengumpulkan kebutuhan:
- Berapa banyak server yang dibutuhkan (fisik / virtual)
- Kebutuhan CPU, RAM, storage, jaringan (IP, VLAN, firewall)
- Sistem operasi dan versi (misalnya Ubuntu 22.04 LTS)
- Layanan yang akan dijalankan (web server, database, storage, aplikasi internal)
- Kebijakan keamanan (akses SSH, firewall, backup, monitoring)
- Rencana pemeliharaan dan dukungan setelah go‑live
Dipastikan hardware atau VM telah tersedia, storage cukup, koneksi jaringan, backup power/UPS, serta akses ke media instalasi. Kemudian dibuat dokumen arsitektur sederhana, misalnya satu server Ubuntu juga akan menjalankan web + Apache + aplikasi (tergantung pemintaan client). Juga ditetapkan alamat IP statis, nama host, dan fitur initial seperti SSH key, user sudo, firewall!.
- Instalasi OS Ubuntu Server
Penggunaan media & boot
Tim mem‐boot server menggunakan USB bootable atau virtual ISO, memilih opsi “Ubuntu Server”.

Konfigurasi Awal Installer
- Pilih bahasa, zona waktu, layout keyboard.
- Konfigurasi jaringan: server diberi IP statis (tidak DHCP) pada interface utama. Contoh: 192.168.10.10/24, gateway 192.168.10.1, DNS 8.8.8.8.
- Konfigurasi storage: bisa menggunakan layout otomatis atau manual. Dalam proyek ini tim memilih membuat partisi sendiri supaya pemisahan /var, /usr, /home dan swap.
- Tentukan hostname, buat user administratif dan pasang SSH server agar bisa remote.
- Selesaikan instalasi, lepaskan media instalasi, reboot.
Verifikasi Setelah Boot
Setelah reboot, lakukan login ke server, verifikasi OS versi.
Contoh output menunjukkan Ubuntu 22.04 LTS dan kernel stabil.
Konfigurasi Dasar Server
Setelah instalasi OS, langkah berikutnya adalah melakukan konfigurasi dasar agar server aman dan siap.
Update & upgrade sistem

Hal ini memastikan sistem berada pada patch terakhir.
Pengaturan User dan SSH
- Matikan login root via SSH, buat user administratif, tambahkan ke grup sudo.
- Atur SSH key‑based login dan nonaktifkan password login. Konfigurasi di /etc/ssh/sshd_config:

Setelah modifikasi, reload SSH:

Firewall Dasar (UFW)
Pentingnya konfigurasi firewall dasar pada instalasi dan konfigurasi server berbasis Linux (distribusi Ubuntu) sebagai infrastruktur. Firewall bertindak sebagai lapisan pertahanan pertama terhadap akses yang tidak diinginkan ke server. Dengan mengatur aturan lalu lintas jaringan (network traffic), firewall memastikan hanya port dan layanan yang dibutuhkan saja yang terbuka, sehingga mencegah potensi penyusupan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Contoh menggunakan UFW (Uncomplicated Firewall):

Hardening Tambahan
- Matikan unused services: sudo systemctl disable telnet, sudo apt remove vsftpd
- Pasang fail2ban untuk proteksi brute force
Pasang auditing log, misalnya auditd, dan set logging ke remote syslog jika diperlukan.
- Instalasi Layanan Aplikasi
Setelah OS dan keamanan dasar ini sudah siap untuk digunakan, tahap berikutnya yang harus dilakukan adalah instalasi layanan sesuai kebutuhan klien, seperti web server, database server, repository, backup.
- Monitoring & Pemeliharaan
Tidak hanya instalasi, JogjaTech juga menyiapkan monitoring dasar dan rutin pemeliharaan untuk klien, akan tetapi hal ini juga berdasarkan request dari klien.
Contoh Monitoring
- Lakukan proses instalasi paket seperti prometheus, node_exporter, grafana atau layanan cloud monitoring jika klien telah menyatakan setuju.
- Atau cukup pakai netdata untuk visualisasi realtime.
- Setup alert sederhana: misalnya jika load > 5 selama 5 menit, atau disk usage > 80%.
- Log centralization: kirim log ke syslog server atau ELK stack.
Pemeliharaan Rutin
- Patch sistem mingguan atau bulanan (tergantung SLA).
- Backup diverifikasi (test restore).
- Uji beban dan kapasitas jika lalu lintas meningkat.
- Review user & akses keamanan setiap 3–6 bulan.
- Laporan bulanan ke klien seperti uptime, update, backup, incident.
- Serah Terima ke Klien & Dokumentasi
Setelah semua konfigurasi selesai dan diuji, maka tim JogjaTech menyerahkan ke klien:
- Dokumen instalasi & konfigurasi: hostname, IP, user‐admin, password default (sangat disarankan untuk segera diganti), firewalls, backup schedule.
- Manual operasional untuk klien: bagaimana login, bagaimana memantau, bagaimana restore backup.
- Jaminan dukungan purna jual: misalnya 30 hari free support untuk bugs atau konfigurasi tambahan.
- Training singkat bagi tim internal klien agar bisa memahami sistem dasar.
Serah terima ini tentu juga menjadi proses yang sangat penting sekali agar bisa memastikan dengan baik bahwa klien akan merasa “server sudah siap” dan ada dokumentasi tertulis yang bisa menjadi referensi.
- Studi Kasus Singkat
Misalnya kliennya membutuhkan satu server Ubuntu 22.04 yang men‑host aplikasi web internal berbasis Codeigniter/Laravel, database MySQL 8, serta backup ke NFS storage. JogjaTech melakukan langkah sebagai berikut:
- Instal Ubuntu 22.04 LTS.
- Konfigurasi user “adminweb”, SSH key login, nonaktif password.
- Install Apache + PHP8.1‑FPM, atur virtual host sesuai permintaan.
- Install MySQL 8 di server database, atur remote access terbatas ke server aplikasi.
- Setup backup: database dump harian jam 02:00 ke NFS mount /mnt/backup.
- Setup monitoring ringan dengan netdata.
- Dokumentasi lengkap dan training tim klien.
- Alasan Kenapa Proyek Ini Menarik dan Bernilai
- Menggunakan open‐source (Ubuntu) → biaya lisensi minimal, fleksibilitas tinggi.
- Proses standar industri (update, keamanan, backup) → menjamin reliable.
- Dokumentasi dan penyerahan kepada klien → transfer knowledge, tidak mengunci.
- Automasi (Ansible / shell) → efisiensi dan konsistensi.
- Tim JogjaTech yang sudah berpengalaman → klien merasa aman.
- Model turnkey (dari instalasi hingga maintenance) cocok untuk klien yang fokus pada bisnis.
- Tips dan Best Practices
Berikut adlah beberapa tips dan best practices yang dapat JogjaTech berikan terkait Instalasi dan Konfigurasi Server OS Linux Ubuntu.
- Selalu gunakan versi LTS Ubuntu untuk server produksi (stabilitas & support jangka panjang).
- Pisahkan layanan (web, database, backup) jika trafik atau beban komputasi besar.
- Gunakan firewall & SSH key login untuk keamanan.
- Backup dan uji restore secara periodik, karena backup bukan hanya file tapi juga konfigurasi.
- Simpan log & monitoring sejak awal, karena akan memudahkan troubleshooting.
- Dokumentasikan semuanya seperti hostname, IP, user, password, network diagram.
- Sisihkan budget untuk patching rutin dan pemeliharaan.
- Jika scaling, pertimbangkan containerization atau orchestration (Docker/Kubernetes) ke depan.
- Pastikan klien paham pemeliharaan dasar agar tidak tergantung sepenuhnya kepada vendor.





