client side server side

Sebagai web developer tentu kita tidak asing lagi dengan dua istilah pada judul diatas yaitu client side dan server side validations, validasi form ada dua teknik yang bisa kita terapkan ketika kita membuat validasi pada aplikasi website yang kita bangun yaitu validasi client side dan validasi server side.

Client-side Validation in Web Applications

Client side validations atau validasi pada sisi client side merupakan salah satu jenis bahasa pemrograman web dimana proses pengolahannya lebih dilakukan di sisi client yaitu browser.

Istilah client side biasanya berhubungan dengan antar muka pengguna, hal ini dilakukan dengan tujuan untuk kenyamanan (termasuk tampilan, iteraktif, dan lainnya) dan bukan keamanan pada web application.

Teknik validasi client side biasanya di gunakan ketika file request dimana dibutuhkan sebuah validasi misalkan berupa field required, filed form yang tidak boleh kosong juga lebih di khususkan berupa teks, angka, tanggal dan lainnya.

Proses validasi client side atau client side validations penerjemahannya lebih dilakukan oleh web browser sebagai client-nya, dimana didalam web browser sudah terdapat penggunaan library yang mampu menerjemahkan perintah yang dijalankan dihalaman web menggunakan client side scripting.

Contoh dari client side scripting ini antara lain seperti :

  • HTML
  • XHTML
  • CSS
  • JavaScript
  • XML
  • jQuery

Server-side Validations in Web Applications

Server side validations atau validasi pada sisi server merupakan bahasa pemrograman web yang pengolahannya dilakukan didalam server. Server side validations biasanya digunakan untuk tujuan keamanan dan dilakukan dengan sangat terbatas pada sisi server.

Proses validasi dari server side dilakukan di sisi server, setelah data dikirimkan oleh browser dan berhasil diterima oleh server, selanjutnya didalam server terdapat modul yang dilakukan untuk memvalidasi data, sebelum akhirnya proses diteruskan.

Proses validasi di sisi server side dilakukan dengan menggunakan bahasa pemrograman semisal PHP atau SQL dan lainnya.

Contoh dari server side scripting antara lain:

  • ASP (Active Server Pages)
  • PHP Hypertext Processor
  • JSP (Java Server Pages)
  • Dll

Kesimpulan:

Client side validations lebih dilakukan disisi browser dan bukan untuk tujuan keamanan, tetapi lebih ke kenyamanan pengguna. Sedangkan server side validations dilakukan di sisi server dengan tujuan keamanan dengan memfilter semua request yang masuk sebelum akhirnya diteruskan.

Diatas adalah ulasan singkat mengenai client side dan server side validasi pada aplikasi berbasis web. Semoga ulasan yang singkat ini dapat memberi manfaat. Jika terdapat kesalah dalam penulisan kami mohon maaf. Terimakasih..

Selesai..